Idul Adha 1428 H
Ketika Aku berangkat ke kantor, terjadi kemacetan di depan Masjid Al-Azhar. Bis yang aku tumpangi tidak bisa bergerak. Hal ini terjadi karena sebagian umat Islam sedang menuaikan Sholat Idul Adha. Yups, memang memang di tahun 2007 ini atau 1428 H, umat Islam Indonesia merayakan hari raya secara berbeda. Ada yang merayakan pada hari rabu tanggal 19 dan juga ada yang merayakan hari kamis tanggal 20.
Perbedaan ini cukup menarik. Pemerintah telah mengumumkan bahwa Idul adha bertepatan dengan tanggl 20 dan didukung oleh ormas Islam terbesar, yaitu Muhamadiyah dan NU. Padahal pada saat lebaran kemarin, Muhamadiyah berbeda dengan Pemerintah. Ormas resmi yang menyatakan berbeda dengan pemerintah ialah Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDI), sementara harokah yang mengikuti DDII, yaitu Hizbut Tahrir. PKS sebagai gerbong gerakan Tarbiyah membebaskan kadernya untuk memilih kapan mereka merayakan Idul Adha.
Perbedaan ini seharusnya tidak terjadi karena perayaan Idul Adha menurut Hadits, yaitu satu hari setelah wukuf di Arafah. Sementara, wukuf di Arafah terjadi pada hari selasa, sehingga hari rabu memang seharusnya sudah Idul Adha. Tetapi, kita sebagai umat Islam jangan sampai terpecah karena perbedaaan ini. Kita harus tetap bersatu bersandarkan pada semangat Ukhuwah Islamiyah.