Archive for December, 2007

Silakbar Formasi

Sunday, December 30th, 2007

        Hari Sabtu kemarin, aku mengikuti acara Silakbar Reuni Formasi FIB UI. Acara tersebut bertemakan Memberi untuk Berbagi. Tujuan acara tersebut, yaitu menghimpun seluruh aktivis Musholla yang pernah berkiprah di Sastra mulai dari jaman klasik hingga kontemporer he..he. Undangan mengenai acara silakbar pertama kali aku baca di milist formasi. Kemudian, panitia juga aktif menelepon dan mensms daku.

        Pada awalnya aku berharap banyak alumni yang datang dan membagi pengalaman sukses mereka, ada beberapa alumni yang menurutku sukses di dalam kehidupan pasca kampus, beliau antara lain Bang Mustafa kamal yang kini jadi anggota DPR dari PKS, Bang Indra Jaya Pilliang (IJP) yang merupakan penulis produktif di negeri ini, dan banyak lagi orang-orang hebat lainnya.Hal ini mengindikasikan bahwa Formasi merupakan salah satu kawah candradimuka tempat menggembleng aktivis-aktivis idealis.

       Pada hari Sabtu aku menelepon Wiji agar kita berangkat bareng ternyata dia tidak bisa sebab ada acara di kantornya. kemudian, aku berangkat sendiri. Sesampai di MUI ternyata alumni yang datang sangat sedikit sekali. Hanya Bang Rudi, eks Ketua Formasi 1995 yang menjadi satu-satunya alumni yang sudah sepuh. kemudian, bada Dzuhur aku pulang ke rumah.Semoga Silakbar di masa yang akan datang lebih ramai dan tujuan menghimpun alumni sebagai sarana membangun jaringan akan lebih efektif.

   

 

Museum Nasional

Sunday, December 23rd, 2007

Akhirnya setelah setahun tidak ke museum aku ke museum juga. he..he. kembali ke asal menjadi anak sejarah lagi. museum yang kau kunjungi adalah Museum Nasional, sebuah museum yang dikenal oleh masyarakat sebagai Museum Gajah. Ada dua gedung dalam museum tersebut, yaitugedung lama yang merupakan museum konservatif dan gedung baru yang modern arsitekturnya. Selama lima jam aku berada di museum tersebut. Kemudian, aku pulang setelah melakukan rememori atas ingatan ilmu sejarahku karena sekarang aku berkecimpung di dunia yang jauh dari kompetensiku waktu kuliah. tetapi, aku enjoy aja, yang penting bisa mengaplikasikan idealismeku. maybe suatu saat nanti aku ingin menersukan cita-citaku sebagai sejarawan.

Sholat Idul Adha

Wednesday, December 19th, 2007

Hari ini aku melaksanakan Sholat Idul Adha di Mesjid Annur di dekat rumahku sekaligus dimulainya liburan selama seminggu. Lama banget pikirku, apalagi liburan kali ini aku dan keluarga memang tidak punya rencana kemana-mana. Apalagi Vivi, adeku yang bekerja di salah satu Bank Swasta juga masuk kerja. Tetapi Rido, Adeku yang kuliah pulang ke rumah dari asramanya. Akhirnya, kami sekeluarga kumpul lagi dan menuaikan ibadah sholat Idul Adha bersama-sama di mesjid. sehabis sholat, ade-adeku yang laki-laki ikut serta memotong hewan kurban bersama para tetanggaku.

Idul Adha 1428 H

Wednesday, December 19th, 2007

    Ketika Aku berangkat ke kantor, terjadi kemacetan di depan  Masjid Al-Azhar.  Bis yang aku tumpangi tidak bisa bergerak. Hal ini terjadi karena sebagian umat Islam sedang menuaikan Sholat Idul Adha. Yups, memang memang di tahun 2007 ini atau 1428 H, umat Islam Indonesia merayakan hari raya secara berbeda. Ada yang merayakan pada hari rabu tanggal 19 dan juga ada yang merayakan hari kamis tanggal 20.
    Perbedaan ini cukup menarik. Pemerintah telah mengumumkan bahwa Idul adha bertepatan dengan tanggl 20 dan didukung oleh ormas Islam terbesar, yaitu Muhamadiyah dan NU. Padahal pada saat lebaran kemarin, Muhamadiyah berbeda dengan Pemerintah. Ormas resmi yang menyatakan berbeda dengan pemerintah ialah Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDI), sementara harokah yang mengikuti DDII, yaitu Hizbut Tahrir. PKS sebagai gerbong gerakan Tarbiyah membebaskan kadernya untuk memilih kapan mereka merayakan Idul Adha.
    Perbedaan ini seharusnya tidak terjadi karena perayaan Idul Adha menurut Hadits, yaitu satu hari setelah wukuf di Arafah. Sementara, wukuf di Arafah terjadi pada hari selasa, sehingga hari rabu memang seharusnya sudah Idul Adha. Tetapi, kita sebagai umat Islam jangan sampai terpecah karena perbedaaan ini. Kita harus tetap bersatu bersandarkan pada semangat Ukhuwah Islamiyah.