Usiaku, perjuanganku, dan idealismeku..

tidak terasa kini usia ku telah mencapai 23 tahun.. sebuah usia yang sudah menginjak fase ketiga dalam hidup…. tidak terasa juga inilah ulang tahun pertama kali ku setelah melepaskan diri dari kampus yang penuh dengan nuansa perjuangan.. tetes air mata, cucuran keringat, dan derasnya darah telah menjadi memori treindah dalam hidupku yang penuh dengan warna-warni hidup dan konflik…. sebuah hidup yang memang sengaja aku pilih untuk memantapkan hati nuraniku, jiwa mudaku, dan intelektualitasku……………waktu demi waktu tidak terbuang percuma demi pengabdian kepada rakyat, perjuangan pendidikan murah, dan cintaku kepada sesama…………
sehingga aku tidak punya waktu untuk diriku sendiri dan orang-orang terdekat denganku. Alhamdulillahnya.. Ibu telah merelakan darah juangku untuk mengambil jalan hidup yang aku pilih, terimakasih bunda…………….sementara sahabat-sahabat ku tercinta selalu memperhatikanku, menanyakan kondisiku, bahkan ada yang sering membawakan aku makanan dari rumahnya.. aku tidak tahu berapa pulsa mereka baik hp maupun telepon rumah karena mereka sering menelepon HPku hampir berjam-jam…………  terimakasih sahabat…..cinta kalian memberikan aku tentang sisi lain kehidupan yang belum pernah kurasakan…

ya itulah realitas perjuangan idealismeku kampusku………………..sebuah perjuangan yang memadukan perjuangan akademis dan menjadi aktivis…… sebuah perjuangan yang hanya 4, 5 tahun kurasakan………….

tetapi demi waktu yang terus berlalu. kini aku harus hidup di tengah dunia nyata yang godaannya lebih kejam dari pada godaan dikampus… Jakarta keras bung.. benar-benar telah kurasakan dalam hidupku…….. aku melihat sebuah dunia yang penuh dengan kemunafikan-kemunafikan….. aku melihat sendiri teman-temanku jatuh ke dalam pelukan-pelukan kapitalis atau menjadi opportunis-opportunis………

banyak yang menjadi skrup-skrup kapitalis, atau yang menggunakan jabatan mereka ketika dikampus untuk mendapat beasiswa s-2 ke luar negeri.. sebuah hal yang menurutku ironis……………………………………………………………………………………………………………….

sementara kini aku seperti alien……….. aku merasa terasing ketika aku bicara idealisme ketika yang lain bicara kapitalisme…….. aku merasa terasa asing ketika berbicara perjuangan ketika yang lain bicara uang………..aku merasa asing ketika bicara cinta ketika mereka berbicara tentang Dugem dan clubbing………….
aku merasa asing dengan dunia…………………………
apakah aku yang diasingkan atau aku yang mengasingkan diri……..
apakah aku harus berubah karena……..
ada adagium jangan takut untuk berubah…. tapi berubah ke arah mana???
ada teori bahwa kita ngga bisa makan idealisme…
ada ejekan bahwa idealisme telah mati…
sebuah hal yang mengingatkanku pada seniorku yaitu gie bahwa lebih baik kita diasingkan dari pada menyerah kepada kemunafikan…………….

tetapi sudahlah semua itu akan terus menjadi teka-teki dalam kehidupan………….yang akan terus ku cari jawabannya.. sebuah jawaban yang entah kapan ku dapat jawabnya…

kini diumur ku yang ke-23.. aku hanya berdoa semoga aku dan sahabat-sahabatku, serta semua manusia idealis tetap konsisten di jalan dakwah…..sebuah jalan yang tidak berujung didunia………….tetapi pasti diakherat….amin………..

4 Responses to “Usiaku, perjuanganku, dan idealismeku..”

  1. -aYu- Says:

    Aminn… cayo Yudi… InsyA Allah kita tetap idealis spt sblmnya… tp klo mengenai beasiswa S2..maap nih pak, itu salah satu cita2 gw…

  2. Gembuzzz Says:

    Yud…Yud….Gw cuman bisa bilang Alhamdulillah…akhirnya, lo sadar juga ya kalo lo tuh udah tua…hehehe…iya sih Yud… hidup memang kejam, persaingan ini terkadang nggak kompetibel dan agak-agak gimanaaa gitu…tapi satu Yud, sebagai kenalan lo yang paling GANTENG, IMUT, LUCU, NGEGEMESIN, PLUS BIJAKSANA INI…gw juga mulai udah ngerasain apa yang lo tulis, mungkinkah ini adalah siklus kehidupan ? Wallahu Alam Bi Shawwab

  3. LAin Says:

    Pijakkan kaki kuat-kuat ke bumi dan raihlah langit dengan tanganmu…yakinkan diri mereka kalau kau juga manusia, tapi kau bisa. Supaya mereka juga dapat berpikir mereka bisa, karena mereka juga manusia. Jangan terbang terlalu tinggi karena kadang karena itu mereka tidak bisa menyentuhmu untuk mengetahui kalau kau juga manusia
    *beasiswa itu tergantung rezeki bukan jabatan…XD*

  4. - indah - Says:

    Idealisme kadang-kadang diabaikan oleh orang-orang yang berfikir sempit dan terburu ingin memetik buah yang belum matang…idealisme nukan sekedar pemanis…ia adalah cita-cita sebuah realitas…

Leave a Reply