novel: Aktivis juga punya cinta
Sebuah novel tragedi cinta kampus milenium…
Kisah Cinta Aktivis Kampus
Episode Satu: Siapa Bilang Aktivis Ngga Bisa Melankolis
Di sebuah kampus ternama di negeri ini… tampaknya seorang lelaki sedang termenung di selasar kanan mesjid kampus.. Laki-laki dengan penampilan sederhana itu tampak sedang khusyu… tidak jelas apa dia berdoa, berzikir atau hanya melamun. Sebuah mushaf Al-Quran kecil di genggam di tangan kanannya. Tiba-tiba setetes air mata jatuh dipipinya… ia menangis….. ada apakah gerangan apakah ia menangis karena dosa-dosanya atau sebab lain?
Pemuda yang menangis itu sebut saja dia Bi….kepanjangan dari Abimanyu seorang mantan aktivis yang telah empat tahun ini kuliah di Universitas Endonusa (di singkat UE) Jurusan Sastra Keblenger. Ia berhasil lulus dengan predikat cum laude dan lulusan terbaik di kampusnya.
Bi merupakan pengagum Gie dan Hasan al-Bana. Ia kagum karena konsistensi perjuangan mereka membela rakyat kecil dengan ideologi mereka hingga ajal menjemput. Bi juga mempunyai idealisme yang sama baginya mati di jalan kebenaran lebih baik dari pada hidup di jalan kebatilan. Bi aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Jika ada demo-demo dia yang paling depan dan suaranya keras untuk berorasi..
Bi merupakan anak daerah… ia berasal Karangan. Ia Jawa tulen 100%. Bi berperawakan manis, muka tirus, rambut lurus, tp agak kurus karena sering puasa senin-kamis. Bi dengan penampilan sederhana tetapi berwibawa itu mempunyai banyak fans…. Memang, wanita mana yang tidak tertarik melihat pesona seorang laki-laki soleh hafal 7 juz, aktif di organisasi kemahasiswaan, cum lauder, ganteng lagi. Setiap perempuan pasti berdebar-debar jika melihat dia sedang orasi ketika demo atau terkagum-kagum ketika ia berhasil meraih predikat mahasiswa berprestasi tingkat nasional. Bahkan jika tulisan Bi dimuat di koran Endopos atau Suara Rakyat, pasti mereka membeli koran tersebut.
Dengan predikat seperti itu Bi pasti bisa meraih apa saja…..harta, tahta, bahkan wanita… tetapi semua itu Bi tidak mau…harta baginya bukanlah apa-apa dibandingkan surga…tahta ia juga tidak mau…sementara wanita dia masih mampu menjaga hatinya… dia hanya ingin memberikan cintanya kepada istrinya…makanya ketika di tawarkan mengabdi menjadi asiten dosen di almamaternya dengan bayaran tidak seberapa ia langsung mengiyakan.. karena pengabdian baginya nomor satu.. uang nomor sekian……..apalagi perempuan
Tetapi kini ia sedang gundah gulana…. Bagaimana tidak? Hari ini ia mendapatkan undangan pernikahan atau bahasa gaulnya walimahan… dalam undangan itu tertera hari Ahad dua minggu lagi di sebuah hotel mewah di Selatan
Jakarta …kenapa si Abi gelisah?… bukankah seharusnya ia bergembira karena ada temannya yang menikah.. ada apa???
Kita flashback ke kondisi sebulan yang lalu……
Ada seorang mahasiswi fakultas kedokteran di universitas Endonusa juga yang sama seperti dia baru wisuda. Sebut saja namanya Dia… Karena baru diwisuda menjadi sarjana kedokteran, ia harus menjalani Koas agar bisa menjadi dokter.. nah agar koasnya lancar ia pun berencana menikah agar ada yang bisa melindungi dirinya……maka ia ingin mencari jodoh… nah lazimnya seorang akhwce ia seharusnya ngomong sama gurunya kalo ia mo merried gitu… tapi ternyata ia ngga mau., apalagi gurunya itu Ayahnya juga… jadi intinya ia ingin diluar “jalur resmi”… Si Doi ingin mencari pasangan hidupnya sendiri tanpa campur tangan orang tua.
Nah kemudian ia meminta bantuan ama adenya yang kuliah di Sastra untuk nyariin calon kakak iparnya…nama adenya adalah Vera… kebetulan kata adenya.. ia udah lama ngelirik si Bi… ia ingin Bi jadi kakka iparnya… walaupun berbeda jurusan ia mengenal Bi karena pernah jadi anggotanya waktu di Senat dulu… Kemudian ia mencari Si Abi. Vera tahu bahwa Bi hanya punya empat “tongkrongan”, yang pertama tentu aja ruang jurusan, trus Musholla atau di Mesjid, and terakhir di rindangnya taman kampus. Alhasil karena tahu kebiasaannya, Vera dengan mudah bisa bertemu dengan si Bi yang waktu itu sedang ada di perpustakaan….
Kemudian, adenya ngomong ke Bi kalo kakanya mo meried and nyari calon pendamping.. syaratnya harus hafal 10 juz, aktivis, dan sayang ama kakaknya… lalu ia to the points ingin supaya si Bi mau ama kakanya.. tentu aja Bi kaget.. ngga ada angin ngga ada hujan ko ada yang ngajakin nikah…apalagi ia memang belom punya rencana nikah karena ngga punya pekerjaan selain ngajar di Bimbel X dan ngasdos. apalagi bapak dan ibunya hanyalah seorang buruh pemetik teh. Intinya ngga ada modal.
Pada awalnya Bi menolak dengan alasan ia berasal dari keluarga miskin, belom mapanlah, ngga punya uanglah, ngga panteslah karena yang satu jurusan sastra sementara perempuannya calon dokter. Dan sejuta alasan lainnya… dan ia merekomendasikan cari yang lain saja..
Tetapi ia terus diyakinkan oleh adenya yang ketika itu datang bersama dua orang temannya. Vera berkata bahwa kakaknya menerima Bi apa adanya, trus orangtuanya juga dulu ketika menikah juga dalam keadaan miskin dan tidak sekaya sekarang….apalagi kakanya juga pernah seorganisasi dengan kakaknya di BEM, dan ia mengagumi kepemimpan si Abi. Adenya pun kemudian mengatakan bahwa ia akan mempertemukan kakaknya dengan Bi. Abi pun diam seribu bahasa. Ia pun meminta waktu dua hari untuk bertemu dengan kakaknya sekaligus mau istikhorah dan bermunajat kepada Allah tentang putusan apa yang terbaik bagi mereka berdua, menikah atau tidak..
Akhirnya kedua bertemu dan setelah mengobrol berapa lama mereka sepakat mo nikah….karena si Bi juga menemukan calon idaman bahwa wanita yang ingin dinikahinya ternyata wanita sholehah….lalu tumbuhlah rasa cinta dalam dirinya dan ia berjanji akan mencintai perempuan itu dengan warna warni cinta yang belom pernah ia berikan kepada orang lain….ia membayangkan romantisnya hubungan perkawinan mereka… Perempuan itu kemudian mengatakan bahwa ia akan bilang sama bapaknya bahwa ia sudah menemukan pendamping pria….
Tiba-tiba tak dinyana… ketika sedang memberikan kuliah tambahan karena dosen asli ngga masuk.. ia di sms bahwa calon istrinya ingin ketemu. Maka ia pun bertemu.. perempuan itu mengatakan bahwa pernikahan batal ia merasa tidak sreg dengan Bi… dan mengatakan bahwa ia tidak menjadi menikah dalam waktu dekat…mungkin dua atau tiga tahun lagi….. tapi walaupun begitu BI masih berkesempatan untuk menikah dengan dirinya dua atau tiga tahun lagi…. dan ia pun langsung pergi meninggalkan Bi… kaget juga si Bi…akhirnya semenjak itu mereka tidak pernah berkomunikasi…dan tidak pernah mendengar kabar satu sama lain…
Bi pun menjadi aneh.. ia yang biasanya selalu tersenyum manis dan bersemangat sehingga mampu memberikan motivasi dan inspirasi bagi orang-orang di sekelilingnya.. tiba-tiba melempem… bajunya yang biasanya rapih kini awut-awutan… di ruang dosen pun ia hanya melamun saja.. jika ada orang yang menegur ia pun hanya senyum ala kadarnya bukan senyum ikhlas.. pokoknya dia ANEH…
Sahabat-sahabatnya di pengajian maupun di kampus melihat keganjilan itu kemudian menanyakan apa yang terjadi.. tapi dia tidak mau cerita…. Teman-temannya pun mendesaknya… akhirnya ia mau bercerita.. setelah mendengarkan cerita itu teman-temannya terbahak-bahak…”ente baru gitu aja kaya dunia mo kiamat banyak tuh yang udah pacaran ampe 8 tahun putus ngga kenape-nape..ente baru ketemu sehari udah patah hatinya seumur idup”… ada juga temannya yang nguslin ya udah ade nya aja lo nikahin” dan banyak lagi… bahkan ada yang mengatakan bahwa ngga ada sejarahnya anak kedokteran aman anak sastra… tapi dia ngga mo dengar saran mereka, yang penting dia udah nyeritain dan bilang kepada mereka jangan di sebar..
Setelah sebulan tidak mendengar kabar tentang si
Dia , Ia baru dengar kabar lagi tadi pagi ketika sedang mengecek ruang kelas.. ade si dokter datang dan memberikan undangan pernikahan… kakaknya.. sakit hatinya.. tapi yang lebih sakit adalah bahwa dia menikah dengan mantan aktivis no. 1 di kampus itu dan anak seorang menteri alias orang kaya………apalagi calon mempelai itu adalah sahabatnya….. tidak terbayang hancur hatinya…. Hatinya tidak karuan… emosinya naik…
Ia pun lalu pergi ke mesjid untuk menenangkan hatinya… setelah berwudu, sholat dua rokaat, dan tilawah… akhirnya ia sadar bahwa dia bukan jodohnya.. Allah telah memberikan jalan bahwa orang seperti itu tidak akan sanggup hidup miskin bersama dengan idealismenya…. Ia pun menyeka air matanya dan kembali menghadapi dunia………..mungkin inilah jalan yang terbaik bagi mereka berdua…ia yakin bahwa Allah akan memberikan pasangan hidup buatnya siapapun dia sesuai dengan janji-Nya. Ia harus melanjutkan hidupnya.. the show must go on dan tentu saja menjaga hatinya kembali setelah sempat terkotori…
Apakah Abi akan datang ke pesta pernikahan?? Apakah ia akan tegar menghadapi hidup? Siapakah jodohnya Abi?? Nantikan kisah selanjutnya…
bersambung.. to be continued
September 9th, 2006 at 2:53 am
aduh…aduh…kaka,,, ini novel atau kisah nyata? mantan aktivis no.1? maksudnya? MMM….????
September 9th, 2006 at 3:03 am
karya yang cukup bagus. Tapi kenapa masih menjual mimpi? mimpi hanya mampu meninakbobokkan!!!ah.. lupakan perkatakaan saya, anyway dalam sastra penulis adalah raja, karena kesusastraan hanya untuk para kritikus!!!
September 10th, 2006 at 2:40 am
Akh Yudi, gimana kabar antum? masih ngisi kuliah “Politik Amerika” gak (bener gak)?
Mohon do’anya yah, buat Ai dan ane, semoga tetap istiqomah. Btw, lucu juga kisah yang antum tulis. apa ane mengenal tokoh yang dimaksud ya?
September 10th, 2006 at 6:55 pm
Aslm woi bangun….hare gene masih TP-TPan di blog lagi….Yud TOBAT lah sebelum terlambat he..he…he…
September 10th, 2006 at 9:35 pm
assalamualaikum.. teman-teman ini bukan kisah nyata ya… saya cuman pengen lebih melembutkan hati………….karena saya ingin membuktikan bahwa aktivis juga bisa romantis…
September 11th, 2006 at 6:48 pm
Yudiiii…nih gw kasih comentnya.. mnurut gw novel lo keren..tp kok spt yg gw bilang di messenger yah?? ampir mirip kisah nyata..hehe..judulnya juga mengingatkan perkataan lo ttg gw..
September 11th, 2006 at 7:07 pm
aslm ente tuh yud abimanyunya he..he…
September 11th, 2006 at 7:53 pm
weleh….weleh…weleh….sedeng juga nich cerita…top Bro….kalo gw dit4kan sebagai Abi, gw bakal dateng ke pernikahannya dengan senyum bangga karena diselamatkan Allah dari manusia seperti “Dia” yang layaknya daun kering tertiup angin….
wassalam
Joe Sorjan
ditunggu lanjutannya yach….
September 13th, 2006 at 5:50 am
biasanya saat menulis sesuatu, seseorang selalu menulis tentang hal2 yang dekat dengan dirinya, hmm kalo is baa masih kaya ngedongen anak kecil, alur yang terlalu sederhana dan mudah ditebak…maaf, klua commentnya kurang berkenann, woooi pak, sejak kapan diriku memanggilmu kaka? dan dirimu meng kaka kan diri padakuw? hehehe, yud, ko ga pernah ketemu si klo is maen ke ui, pdhl sering lho, tapi ktemunya cuman ma anak2 yang laen…huhuh kangen, btw, baca tulisan2 is juga ya, kasih comment juga boleh…
September 14th, 2006 at 6:20 am
Aslkm. wah Yud, ente keterlaluan nih!!!!!!!!!!!!!! Cerita asli nih. Kacau ente.! Ditabokin luh sama orangnya! Tapi, sekali-kali ceritain tentang Wiji dong. Hehehe… (Ai)
November 1st, 2006 at 8:42 am
i’am sure your story was based on a true event, wasn’t it? well, I never thought that the story flow like this…
at first, in the reality, it was just like a cinderella story. a handsome prince married with a beatifull princess, and they live happily ever after… but something anoy me is the story behind it.
poor abi, he must be very upset then, or maybe pist off… please say to abi that, she is not that important. sometimes things just dont work as it planned before, coz shit happen men…