Cinta Ikhlas pasti akan datang………
Episode 3… Berkah yang tidak terduga………….
“Yakinlah bahwa pertolongan Allah pasti datang, jangalah kau menyesali takdir yang Allah berikan”
Sementara itu, di sebuah rumah mewah di bilangan Pondok Indah, tampak seorang gadis sedang bersimpuh di atas sajadah panjang. Gadis itu tampaknya sedang menangis… Apa gerangan yang membuat dia menangis…..? apakah karena masalah harta atau cinta?..
Kalo masalah harta, gadis yang bernama Raden Roro Anindia Putri Ananta itu pasti tidak kekurangan dimakan tujuh turunan.. Gadis yang suka memakai jilbab pinky itu anak tunggal orang terkaya kelima menurut majalah tempo.. keturunan darah biru lagi.. Ayahnya, Raden Setrajoyo adalah pemilik perusahaan penerbitan majalah. Sementara, ibunya Kinanti Sasmita adalah ketua umum Ormas Perempuannya Partai Banteng dan anggota DPR…
Anin pujaan para mahasiswa dikampusnya itu, bagaimana tidak gadis yang sudah empat tahun ini mendapat hidayah untuk menutup auratnya ini begitu canti, langsing, rupawan, jelita… pokoknya seperti bidadari turun dari langit… . Anin sempat menjadi model majalah Aneka… tetapi ketika ia memakai jilbab.. orderan untuk menjadi model tetap ada… Ia kini menjadi model majalah Muslimah… disinilah ia juga sempat akrab dengan Bi karena Bi juga pernah tiga kali menjadi model Muslimah.
Walaupun menjadi model, Anin tidak melupakan kuliahnya ia bahkan menguasai lima bahasa yaitu, Prancis, Inggris, Jerman, Spanyol, dan, Arab…Subhannallah, walaupun keluarganya sekuler, ia hafal tiga juz Al-Quran, ia bahkan sempat menjadi juara ke-2 Mapres di sastra, ia kalah dari Abimanyu yang menjadi juara satu dan kemudian menang di UE dan kemudian menang di tingkat nasional………
Tetapi pengalaman Anin yang paling membahagiakan dirinya dengan Abi adalah ketika Baksos untuk korban bencana kelaparan di Sukabumi…Ia melihat bagaimana mereka berdua ngecrek di jalan-jalan.. naik dan turun bis… tampak menghiraukan panas.. sebenarnya Bi melarang dia untuk ikut, karena Bi ngga mau kulitnya terbakar matahari dan menajdi hitam.. tetapi ia memasak ikut…
Ia juga kagum ketika aksi-aksi demo.. Abi dengan orasi-orasinya mampu membakar emosi masa.. dan yang paling mengharukan adalah ketika Abi yang waktu itu ingin membayar uang kuliah, tiba-tiba memberikan uangnya kepada temannya yang waktu itu sedang membutuhkan uang karena ibunya sakit..
Dengan segala kenangan indah bersama Abi, ia ingin menikah dengan Abi walaupun ia tahu kondisi Abi yang miskin. Ia menerima Bi apa adanya.. kemudian ketika ia tahu bahwa Bi akan menikah dengan anak kedokteran ia sedih…. Dan yang lebih menyedihkan adalah bahwa ternyata Bi tidak jadi menikah dan sekarang Bi sedang frustasi……. Ia masih menyimpan rasa cintanya pada Bi, oleh karena itu ia berdoa kepada Alah jalan terbaik untuk mereka berdua…
Setelah berpikir.. akhirnya ia memutuskan untuk berbicara kepada Ayahnya… agar ia bisa merealisasikan impiannya untuk menikah dengan Bi……… Ayah dan ibunya nanti sore akan pulang dari
Paris .. dan malamnya ia akan berbicara kepada ayahnya…….dan rencananya ia sendiri yang akan menjemput ayahnya…
Lalu ia bangun dan bersiap-siap menjemput ayahnya. Dengan mengendarai mobil Toyota Altis, mobil yang selama tiga tahun ini menemaninya kuliah, ia lalu menjemput ayah dan ibunya ke bandara Soekarno-Hatta…………….
Rumah Anin pukul 19. 30..
Diner….
“Pah…” kata Anin, “Aku ingin menikah dengan Abi”.. ayahnya terkejut..”kenapa kamu ingin menikah sayang” tanya ayahnya.. “karena saya ingin secepatnya memiliki pendamping, bukankah menikah secepatnya itu sunah Pah”, jawab ayahnya.. “ayahnya kemudian berpaling kepada ibunya, “gimana Bu”,.. “ibu sih setuju aja.. memangnya siapa sih calonnya?”.. kata ibunya.. “ si Abi.. Bu..”, ooh seru kedua orang tuanya..
Kedua orangtuanya memang telah mengenal Abi.. karena Abi sering berkunjung ke rumahnya.. baik ketika ada acara-acara jamuan makan maupun ketika abi ingin berdiskusi dengan ibunya ketika ada suatu permasalahan mendera bangsa ini…mereka mengenal Abi sebagai anak yang polos, idealis, dan alim.. mereka berdua pun setuju… Anin gembira dan kemudian memeluk orangyuanya dan mencium tangan keduanya.. “makasih pah..makasih bu..” kata Anin berseri-seri.”ingin rasanya ia secepatnya memberitahukan langsung kepada Abi.. tetapi karena waktu sudah malam ia mengurungkan niatnya……” dan hanya mengsms.. bahwa ia ingin bertemu besok dikosan abi jam 12 setelah kuliah selesai……..
Esoknya setelah kuliah selesai ia langsung ke tempat Abi…………. Assalamualaikum Abi… “walaikumsallam”.. tampak Abi membukakan pintu “ ada apa Anin”.. “ Ayah mo ketemu kaka, sekarang”,… “Dimana, di Café Mario,”,, “kita bareng ka”.. “ya udah, kaka ganti pakaian dulu ya,”
Kemudian mereka berangkat ke café Mario yang ada di Blok-M.. “Hallo Abi apa kabar, kata ayahnya… “Alhamdulliah, baik
Om , Assalamualaikum”, jawab Abi, “
Om juga baik”, akhirnya setelah berbasa-basi .. ayahnya mengutarakan keinginannya untuk menikahkan Abi dengan anaknya.. Bi kaget. Sementara, Anin tersipu-sipu malu. Bi tidak menyangka dalam hampir lebih dari sebulan ada dua kali ia mendapat kesempatan menikah.. ia bahagia sekali… perasaan sedihnya sudah mulai hilang… ia menatap Anin dengan tersipu-sipu juga…
Ayahnya Anin mengatakan bahwa seluruh biaya pernikahan akan ditanggung olehnya dan pernikahanya akan dilakukan besar-besaran. Abi mengatakan tidak usah besar-besaran lebih baik biasa saja…….
Akhirnya Abi bisa bernafas lega……..
dua minggu kemudian mereka menikah…. Acara berlangsung meriah dengan tempat akad di nikah di mesjid UE, dan resepsinya di balairung UE…sementara, acara makan-makannya diadakan di danau UE, hadir sebagai saksi pernikahan adalah bapak Rektor UE dan Bapak Wakil Presiden……………. Seluruh panitia memakai jaket berwarna kuning,. Kedua mempelai saling menatap dengan harapan bahwa mereka berdua bisa membentuk keluarga sakinah, waromah dan mawadah… serta bisa membentuk keturunan yang akan menjadi generasi robbani di masa yang akan datang………… Allah memang maha adil…………..dan selalu memberikan jalan bagi hambanya yang bertakwah dan ikhlas di jalannya…….. tamat aja deh………
September 13th, 2006 at 9:15 pm
he…he…he…..lucu juga yach gaya bahasanya Yud….Btw…salut dach buat loe udah bisa bikin cerita yang cukup panjang dan agak membingungkan.. ditunggu nich karya selanjutnya….
tapi kalo boleh nanya… ini teh’ pengalaman pribadi atau gimana? kalo beneran mah…. subhanallah… hoki banget tuh… memang dicintai itu lebih menyenangkan yach yud dari pada mencintai… tapi mencintai itu lebih mendidik daripada dicintai… he..he..he…
wassalam
~sorry kalo kepanjangan~
September 13th, 2006 at 9:57 pm
loh loh loh…. ko endingnya gini sih???? ga suka!!!!
ga seru……!
impossible banget kaka…
September 17th, 2006 at 6:54 am
Baa..gguuuss!!
Memang lebih baik segera disudahkan saja..!
Wah Yud, sekarang udah banting setir ke aliran melankolis ya??
October 5th, 2006 at 9:02 am
Aslm jadi nyerah nich, katanya sebelum bendera kuning pantang diri untuk mundur walau selangkah….kecewa saya. Baru Janur kuning dah nyerah.