Archive for September, 2006

Usiaku, perjuanganku, dan idealismeku..

Thursday, September 28th, 2006

tidak terasa kini usia ku telah mencapai 23 tahun.. sebuah usia yang sudah menginjak fase ketiga dalam hidup…. tidak terasa juga inilah ulang tahun pertama kali ku setelah melepaskan diri dari kampus yang penuh dengan nuansa perjuangan.. tetes air mata, cucuran keringat, dan derasnya darah telah menjadi memori treindah dalam hidupku yang penuh dengan warna-warni hidup dan konflik…. sebuah hidup yang memang sengaja aku pilih untuk memantapkan hati nuraniku, jiwa mudaku, dan intelektualitasku……………waktu demi waktu tidak terbuang percuma demi pengabdian kepada rakyat, perjuangan pendidikan murah, dan cintaku kepada sesama…………
sehingga aku tidak punya waktu untuk diriku sendiri dan orang-orang terdekat denganku. Alhamdulillahnya.. Ibu telah merelakan darah juangku untuk mengambil jalan hidup yang aku pilih, terimakasih bunda…………….sementara sahabat-sahabat ku tercinta selalu memperhatikanku, menanyakan kondisiku, bahkan ada yang sering membawakan aku makanan dari rumahnya.. aku tidak tahu berapa pulsa mereka baik hp maupun telepon rumah karena mereka sering menelepon HPku hampir berjam-jam…………  terimakasih sahabat…..cinta kalian memberikan aku tentang sisi lain kehidupan yang belum pernah kurasakan…

ya itulah realitas perjuangan idealismeku kampusku………………..sebuah perjuangan yang memadukan perjuangan akademis dan menjadi aktivis…… sebuah perjuangan yang hanya 4, 5 tahun kurasakan………….

tetapi demi waktu yang terus berlalu. kini aku harus hidup di tengah dunia nyata yang godaannya lebih kejam dari pada godaan dikampus… Jakarta keras bung.. benar-benar telah kurasakan dalam hidupku…….. aku melihat sebuah dunia yang penuh dengan kemunafikan-kemunafikan….. aku melihat sendiri teman-temanku jatuh ke dalam pelukan-pelukan kapitalis atau menjadi opportunis-opportunis………

banyak yang menjadi skrup-skrup kapitalis, atau yang menggunakan jabatan mereka ketika dikampus untuk mendapat beasiswa s-2 ke luar negeri.. sebuah hal yang menurutku ironis……………………………………………………………………………………………………………….

sementara kini aku seperti alien……….. aku merasa terasing ketika aku bicara idealisme ketika yang lain bicara kapitalisme…….. aku merasa terasa asing ketika berbicara perjuangan ketika yang lain bicara uang………..aku merasa asing ketika bicara cinta ketika mereka berbicara tentang Dugem dan clubbing………….
aku merasa asing dengan dunia…………………………
apakah aku yang diasingkan atau aku yang mengasingkan diri……..
apakah aku harus berubah karena……..
ada adagium jangan takut untuk berubah…. tapi berubah ke arah mana???
ada teori bahwa kita ngga bisa makan idealisme…
ada ejekan bahwa idealisme telah mati…
sebuah hal yang mengingatkanku pada seniorku yaitu gie bahwa lebih baik kita diasingkan dari pada menyerah kepada kemunafikan…………….

tetapi sudahlah semua itu akan terus menjadi teka-teki dalam kehidupan………….yang akan terus ku cari jawabannya.. sebuah jawaban yang entah kapan ku dapat jawabnya…

kini diumur ku yang ke-23.. aku hanya berdoa semoga aku dan sahabat-sahabatku, serta semua manusia idealis tetap konsisten di jalan dakwah…..sebuah jalan yang tidak berujung didunia………….tetapi pasti diakherat….amin………..

dari penulis

Wednesday, September 13th, 2006

assalamualaikum……….

sebenarnya novel ini ada 13 episode sehingga masih banyak episode lainnya yang belum dilepas ke BLOG.. misalnya episode 3 dengan judul Sahabat Sejatimu, dan episode 6… Ketegaran Seorang Bi……., episode ke 7 Ukhuwah yang lebih utama…  atau episode 9 Pilih Mana: Cinta Allah atau Cinta Manusia?yang terakhir saya lepas ke blog sebenarnya episode 10…tapi karena "satu dan lain hal" dengan sangat terpaksa tidak bisa dilanjutkan….]

kalo penasaran, nanti beli aja novelnya Insya Allah 100% keuntungannya akan diberikan kepada organisasi kemahasiswaan di  UI agar mereka bisa mempunyai dana yang cukup bagi pergerakan mahasiswa ke depan agar bisa membentuk indonesia baru yang adil, makmur, dan sentosa dalam lindungan Allah SWT.. amin. doain juga ada penerbit yang mo nerbitin secepatnya… karena naskahnya dalam proses editing.. wassalam

Cinta Ikhlas pasti akan datang………

Wednesday, September 13th, 2006

Episode 3… Berkah yang tidak terduga………….

“Yakinlah bahwa pertolongan Allah pasti datang, jangalah kau menyesali takdir yang Allah berikan”

            Sementara itu, di sebuah rumah mewah di bilangan Pondok Indah, tampak seorang gadis sedang bersimpuh di atas sajadah panjang. Gadis itu tampaknya sedang menangis… Apa gerangan yang membuat dia menangis…..? apakah karena masalah harta atau cinta?..

            Kalo masalah harta, gadis yang bernama Raden Roro Anindia Putri Ananta itu pasti tidak kekurangan dimakan tujuh turunan.. Gadis yang suka memakai jilbab pinky itu anak tunggal orang terkaya kelima menurut majalah tempo.. keturunan darah biru lagi.. Ayahnya, Raden Setrajoyo adalah pemilik perusahaan penerbitan majalah. Sementara, ibunya Kinanti Sasmita adalah ketua umum Ormas Perempuannya Partai Banteng dan anggota DPR…

 

            Anin pujaan para mahasiswa dikampusnya itu, bagaimana tidak gadis yang sudah empat tahun ini mendapat hidayah untuk menutup auratnya ini begitu canti, langsing, rupawan, jelita… pokoknya seperti bidadari turun dari langit… . Anin sempat menjadi model majalah Aneka… tetapi ketika ia memakai jilbab.. orderan untuk menjadi model tetap ada… Ia kini menjadi model majalah Muslimah… disinilah ia juga sempat akrab dengan Bi karena Bi juga pernah tiga kali menjadi model Muslimah.

            

            Walaupun menjadi model, Anin tidak melupakan kuliahnya ia bahkan menguasai lima bahasa yaitu, Prancis, Inggris, Jerman, Spanyol, dan, Arab…Subhannallah, walaupun keluarganya sekuler, ia hafal tiga juz Al-Quran, ia bahkan sempat menjadi juara ke-2 Mapres di sastra, ia kalah dari Abimanyu yang menjadi juara satu dan kemudian menang di UE dan kemudian menang di tingkat nasional………

            

            Tetapi pengalaman Anin yang paling membahagiakan dirinya dengan Abi adalah ketika Baksos untuk korban bencana kelaparan di Sukabumi…Ia melihat bagaimana mereka berdua ngecrek di jalan-jalan.. naik dan turun bis… tampak menghiraukan panas.. sebenarnya Bi melarang dia untuk ikut, karena Bi ngga mau kulitnya terbakar matahari dan menajdi hitam.. tetapi ia memasak ikut…

            Ia juga kagum ketika aksi-aksi demo.. Abi dengan orasi-orasinya mampu membakar emosi masa.. dan yang paling mengharukan adalah ketika Abi yang waktu itu ingin membayar uang kuliah, tiba-tiba memberikan uangnya kepada temannya yang waktu itu sedang membutuhkan uang karena ibunya sakit..

            

            Dengan segala kenangan indah bersama Abi, ia ingin menikah dengan Abi walaupun ia tahu kondisi Abi yang miskin. Ia menerima Bi apa adanya.. kemudian ketika ia tahu bahwa Bi akan menikah dengan anak kedokteran ia sedih…. Dan yang lebih menyedihkan adalah bahwa ternyata Bi tidak jadi menikah dan sekarang Bi sedang frustasi……. Ia masih menyimpan rasa cintanya pada Bi, oleh karena itu ia berdoa kepada Alah jalan terbaik untuk mereka berdua…

            

            Setelah berpikir.. akhirnya ia memutuskan untuk berbicara kepada Ayahnya… agar ia bisa merealisasikan impiannya untuk menikah dengan Bi……… Ayah dan ibunya nanti sore akan pulang dari

Paris

.. dan malamnya ia akan berbicara kepada ayahnya…….dan rencananya ia sendiri yang akan menjemput ayahnya…

            Lalu ia bangun dan  bersiap-siap menjemput ayahnya. Dengan mengendarai mobil Toyota Altis, mobil yang selama tiga tahun ini menemaninya kuliah, ia lalu menjemput ayah dan ibunya ke bandara Soekarno-Hatta…………….

Rumah Anin pukul 19. 30..

Diner….

            “Pah…” kata Anin, “Aku ingin menikah dengan Abi”.. ayahnya terkejut..”kenapa kamu ingin menikah sayang” tanya ayahnya.. “karena saya ingin secepatnya memiliki pendamping, bukankah menikah secepatnya itu sunah Pah”, jawab ayahnya.. “ayahnya kemudian berpaling kepada ibunya, “gimana Bu”,.. “ibu sih setuju aja.. memangnya siapa sih calonnya?”.. kata ibunya.. “ si Abi.. Bu..”, ooh seru kedua orang tuanya..

            

            Kedua orangtuanya memang telah mengenal Abi.. karena Abi sering berkunjung ke rumahnya.. baik ketika ada acara-acara jamuan makan maupun ketika abi ingin berdiskusi dengan ibunya ketika ada suatu permasalahan mendera bangsa ini…mereka mengenal Abi sebagai anak yang polos, idealis, dan alim.. mereka berdua pun setuju… Anin gembira dan kemudian memeluk orangyuanya dan mencium tangan keduanya.. “makasih pah..makasih bu..” kata Anin berseri-seri.”ingin rasanya ia secepatnya memberitahukan langsung kepada Abi.. tetapi karena waktu sudah malam ia mengurungkan niatnya……” dan hanya mengsms.. bahwa ia ingin bertemu besok dikosan abi jam 12 setelah kuliah selesai…….. 

            Esoknya setelah kuliah selesai ia langsung ke tempat Abi…………. Assalamualaikum Abi… “walaikumsallam”.. tampak Abi membukakan pintu “ ada apa Anin”.. “ Ayah mo ketemu kaka, sekarang”,… “Dimana, di Café Mario,”,, “kita bareng ka”.. “ya udah, kaka ganti pakaian dulu ya,”

            Kemudian mereka berangkat ke café Mario yang ada di Blok-M.. “Hallo Abi apa kabar, kata ayahnya… “Alhamdulliah, baik

Om

, Assalamualaikum”, jawab Abi, “

Om

juga baik”, akhirnya setelah berbasa-basi .. ayahnya mengutarakan keinginannya untuk menikahkan Abi dengan anaknya.. Bi kaget. Sementara, Anin tersipu-sipu malu. Bi tidak menyangka dalam hampir lebih dari sebulan ada dua kali ia mendapat kesempatan menikah.. ia bahagia sekali… perasaan sedihnya sudah mulai hilang… ia menatap Anin dengan tersipu-sipu juga…

            

            Ayahnya Anin mengatakan bahwa seluruh biaya pernikahan akan ditanggung olehnya dan pernikahanya akan dilakukan besar-besaran. Abi mengatakan tidak usah besar-besaran lebih baik biasa saja…….

Akhirnya Abi bisa bernafas lega……..

dua minggu kemudian mereka menikah…. Acara berlangsung meriah dengan tempat akad di nikah di mesjid UE, dan resepsinya di balairung UE…sementara, acara makan-makannya diadakan di danau UE, hadir sebagai saksi pernikahan adalah bapak Rektor UE dan Bapak Wakil Presiden……………. Seluruh panitia memakai jaket berwarna kuning,. Kedua mempelai saling menatap dengan harapan bahwa mereka berdua bisa membentuk keluarga sakinah, waromah dan mawadah… serta bisa membentuk keturunan yang akan menjadi generasi robbani di masa yang akan datang………… Allah memang maha adil…………..dan selalu memberikan jalan bagi hambanya yang bertakwah dan ikhlas di jalannya…….. tamat aja deh………

            

Abimanyu lagi Bingung…

Wednesday, September 13th, 2006

Episode 2…..
Rabu pukul 19.05

    sudah dua hari Abimanyu tidak keluar dari kos-kosannya….hpnya dimatikan dan ia hanya makan mie saja..ia mengasingkan diri dari dunia luar…..
     Tiga hari lalu memang, ia merasa bisa melepaskan pikirannya dari bayang-bayang kehancuran hatinya.. tapi kini ia hancur-sehancurnya……ia tidak tahu mengapa ini bisa terjadi… ko sekarang ia tidak ikhlas…… tidak ada yang mampu memahami perasaan gundah gulananya sang Aktivis……..
   kenapa Abimanyu berubah…. kemanakah roh Bi sang aktivis yang biasanya selalu tegar, gagah, dan berwibawa… orang yang selalu berorasi dengan suara lantang ketika demo atau berani bertindak keras terhadap dekanat atau rektorat….. kenapa sekarang yang ada hanya sosok rapuh tanpa jiwa. yang paling parah adalah hal inin terjadi karena cinta.. Bi yang alim kenapa tiba-tibanya jadi tidak menerima takdir…
    Bi memang sedang marah terhadap dunia….marah kepada si Dia dan sahabat yang merebut si Dia….    tetapi kemarahan Bi tidak akan berarti karena Bi kini tinggal menghitung hari……ya memang ia harus memutuskan untuk datang atau tidak ke prnikahan si Dia yang tinggal tiga hari lagi…. tapi ia merasa ingin ambil jalan lain yaitu BUNUH DIRI………..sehingga lepas dari dunia fana ini

tetapi sebelum itu penulis juga lagi bingung gimana ending nih cerita…. kita masih punya waktu tiga hari buat si Abi…. ada yang bisa membantu… manakah jalan yang harus ditempuh BI??? apakah dia harus bunuh diri atau menghancurkan perkawinan si Dia atau tidak menikah seumur hidup atau menjadi sufi lari dari kenyataan hidup atau  nyari beasiswa keluar negeri??????
silakan coment anda….

Sahabat 2001….. Perjuangan Kita Masih Panjang!!!!!!!!!!!!!!

Sunday, September 10th, 2006

Sahabat 2001….. Perjuangan Kita Masih Panjang!!!!!!!!!!!!!!

Hidup Mahasiswa!!!
Hidup Buruh!!!!!!!!!!
Hidup Rakyat Indonesia!!!

Sahabat-sahabat 2001 dimanapun kau berada…..
Alhamdulillah…
Kita telah melewati fase terpenting dalam hidup kita…
Sebuah fase yang membentuk jiwa-jiwa idealisme kita….
Dan kini kita telah lulus dari kampus perjuangan rakyat ini…

Betapa banyak memori dan kenangan indah yang kita lewati bersama..
Dengan satu visi, satu tujuan, dan satu perjuangan
Kita bahu-membahu menegakkan keadilan dan kebenaran..
Walau terkadang perjuangan kita tak berhasil..
Tapi manisnya perjuangan terasa indah..

Sahabat-sahabatku..
kini kita tengah di fase pengabdian dalam hidup kita..
Fase di mana kita harus berjuang sendiri dalam hidup kita….
Fase pengujian konsistensi idealisme kita….
Apakah kita masih idealis atau kita berubah menjadi kapitalis

Sahabat-sahabatku dimanapun kau berada..
Ingatlah perjuangan kita…
Perjuangan yang penuh linangan air mata dan cucuran darah..
Perjuangan yang penuh tawa renyah dan senyum manis…

Sahabatku dimanapun kau berada….
Janganlah kau biarkan tirani merajalela di negeri ini..
Lawanlah mereka dengan tanganmu
Janganlah kau biarkan rakyat tergusur dari rumah-rumah mereka…
Berikanlah mereka atap perlindungan…

Sahabatku….
Janganlah kau biarkan buruh terampas haknya…
Perjuangkanlah hak mereka………
Janganlah kau biarkan bayi-bayi kelaparan….
Berikanlah mereka makan…….

Sahabatku..
Janganlah kau biarkan anak-anak kecil kedinginan di persimpangan jalan..
Berikan mereka kehangatan sebuah keluarga
Janganlah kau biarkan pelajar putus sekolah
Berikanlah santunan semampu kamu…
Sahabatku..
Janganlah kau biarkan perempuan-perempuan tua berlinang air mata..
Hapuslah air mata mereka…
Janganlah kau biarkan pemuda desa tak kerja…
Karyakanlah mereka…

Sahabatku..
Janganlah kau biarkan ade-ade kita berhenti kuliah karena biaya…
Bantulah mereka dengan uangmu..
Dan janganlah kau biarkan sahabat-sahabat kita menderita…
Ringankanlah penderitaannya

Inilah sesungguhnya perjuangan kita yang nyata….
Tegakkanlah keadilan dan perjuangkanlah kebenaran..
Sampai waktu memanggil kita….

Walau hari ini cita-cita hanya sebatas mimpi..
Tapi esok pasti terwujud….
Asalkan kita tetap konsisten..
Semoga Allah SWT meridoi perjuangan kita…
Dalam mewujudkan Indonesia baru yang adil, makmur, dan sejahtera tanpa penindasan

Merdeka!!!!!!!!!!!!

Demi Keadilan dan Kesejahteraan Rakyat……..

novel: Aktivis juga punya cinta

Saturday, September 9th, 2006

Sebuah novel tragedi cinta kampus milenium…

Kisah Cinta Aktivis Kampus

Episode Satu: Siapa Bilang Aktivis Ngga Bisa Melankolis

            Di sebuah kampus ternama di negeri ini… tampaknya seorang lelaki sedang termenung di selasar kanan mesjid kampus.. Laki-laki dengan penampilan sederhana itu tampak sedang khusyu… tidak jelas apa dia berdoa, berzikir atau hanya melamun. Sebuah mushaf Al-Quran kecil di genggam di tangan kanannya. Tiba-tiba setetes air mata jatuh dipipinya… ia menangis….. ada apakah gerangan apakah ia menangis karena dosa-dosanya atau sebab lain?

            Pemuda yang menangis itu sebut saja dia Bi….kepanjangan dari Abimanyu seorang mantan aktivis yang telah empat tahun ini kuliah di Universitas Endonusa (di singkat UE) Jurusan Sastra Keblenger. Ia berhasil lulus dengan predikat cum laude dan lulusan terbaik di kampusnya.

Bi merupakan pengagum Gie dan Hasan al-Bana. Ia kagum karena konsistensi perjuangan mereka membela rakyat kecil dengan ideologi mereka hingga ajal menjemput. Bi juga mempunyai idealisme yang sama baginya mati di jalan kebenaran lebih baik dari pada hidup di jalan kebatilan. Bi aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Jika ada demo-demo dia yang paling depan dan suaranya keras untuk berorasi..

Bi merupakan anak daerah… ia berasal Karangan. Ia Jawa tulen 100%. Bi berperawakan manis, muka tirus, rambut lurus, tp agak kurus karena sering puasa senin-kamis. Bi dengan penampilan sederhana tetapi berwibawa itu mempunyai banyak fans…. Memang, wanita mana yang tidak tertarik melihat pesona seorang laki-laki soleh hafal 7 juz, aktif di organisasi kemahasiswaan, cum lauder, ganteng lagi. Setiap perempuan pasti berdebar-debar jika melihat dia sedang orasi ketika demo atau terkagum-kagum ketika ia berhasil meraih predikat mahasiswa berprestasi tingkat nasional. Bahkan jika tulisan Bi dimuat di koran Endopos atau Suara Rakyat, pasti mereka membeli koran tersebut.

            Dengan predikat seperti itu Bi pasti bisa meraih apa saja…..harta, tahta, bahkan wanita… tetapi semua itu Bi tidak mau…harta baginya bukanlah apa-apa dibandingkan surga…tahta ia juga tidak mau…sementara wanita dia masih mampu menjaga hatinya… dia hanya ingin memberikan cintanya kepada istrinya…makanya ketika di tawarkan mengabdi menjadi asiten dosen di almamaternya dengan bayaran tidak seberapa ia langsung mengiyakan.. karena pengabdian baginya nomor satu.. uang nomor sekian……..apalagi perempuan

Tetapi kini ia sedang gundah gulana…. Bagaimana tidak? Hari ini ia mendapatkan undangan pernikahan atau bahasa gaulnya walimahan… dalam undangan itu tertera hari Ahad dua minggu lagi di sebuah hotel mewah di Selatan

Jakarta

…kenapa si Abi gelisah?… bukankah seharusnya ia bergembira karena ada temannya yang menikah.. ada apa???

            Kita flashback ke kondisi sebulan yang lalu……

Ada

seorang mahasiswi fakultas kedokteran di universitas Endonusa juga yang sama seperti dia baru wisuda. Sebut saja namanya Dia… Karena baru diwisuda menjadi sarjana kedokteran, ia harus menjalani Koas agar bisa menjadi dokter.. nah agar koasnya lancar ia pun berencana menikah agar ada yang bisa melindungi dirinya……maka ia ingin mencari jodoh… nah lazimnya seorang akhwce ia seharusnya ngomong sama gurunya kalo ia mo merried gitu… tapi ternyata ia ngga mau., apalagi gurunya itu Ayahnya juga… jadi intinya ia ingin diluar “jalur resmi”… Si Doi ingin mencari pasangan hidupnya sendiri tanpa campur tangan orang tua.

            Nah kemudian ia meminta bantuan ama adenya yang kuliah di Sastra untuk nyariin calon kakak iparnya…nama adenya adalah Vera… kebetulan kata adenya.. ia  udah lama ngelirik si Bi… ia ingin Bi jadi kakka iparnya… walaupun berbeda jurusan ia mengenal Bi karena pernah jadi anggotanya waktu di Senat dulu… Kemudian ia mencari Si Abi. Vera tahu bahwa Bi hanya punya empat “tongkrongan”, yang pertama tentu aja ruang jurusan, trus Musholla atau di Mesjid, and terakhir di rindangnya taman kampus.     Alhasil karena tahu kebiasaannya, Vera dengan mudah bisa bertemu dengan si Bi yang waktu itu sedang ada di perpustakaan….

Kemudian, adenya ngomong ke Bi kalo kakanya mo meried and nyari calon pendamping.. syaratnya harus hafal 10 juz, aktivis, dan sayang ama kakaknya… lalu ia to the points ingin supaya si Bi mau ama kakanya.. tentu aja Bi kaget.. ngga ada angin ngga ada hujan ko ada yang ngajakin nikah…apalagi ia memang belom punya rencana nikah karena ngga punya pekerjaan selain ngajar di Bimbel X dan ngasdos. apalagi bapak dan ibunya hanyalah seorang buruh pemetik teh. Intinya ngga ada modal.

            Pada awalnya Bi menolak dengan alasan ia berasal dari keluarga miskin, belom mapanlah, ngga punya uanglah, ngga panteslah karena yang satu jurusan sastra sementara perempuannya calon dokter. Dan sejuta alasan lainnya… dan ia merekomendasikan cari yang lain saja..

Tetapi ia terus diyakinkan oleh adenya yang ketika itu datang bersama dua orang temannya. Vera berkata bahwa kakaknya menerima Bi apa adanya, trus orangtuanya juga dulu ketika menikah juga dalam keadaan miskin dan tidak sekaya sekarang….apalagi kakanya juga pernah seorganisasi dengan kakaknya di BEM, dan ia mengagumi kepemimpan si Abi. Adenya pun kemudian mengatakan bahwa ia akan mempertemukan kakaknya dengan Bi. Abi pun diam seribu bahasa. Ia pun meminta waktu dua hari untuk bertemu dengan kakaknya sekaligus mau istikhorah dan bermunajat kepada Allah tentang putusan apa yang terbaik bagi mereka berdua, menikah atau tidak..

            Akhirnya kedua bertemu dan setelah mengobrol berapa lama mereka sepakat mo nikah….karena si Bi juga menemukan calon idaman bahwa wanita yang ingin dinikahinya ternyata wanita sholehah….lalu tumbuhlah rasa cinta dalam dirinya dan ia berjanji akan mencintai perempuan itu dengan warna warni cinta yang belom pernah ia berikan kepada orang lain….ia membayangkan romantisnya hubungan perkawinan mereka… Perempuan itu kemudian mengatakan bahwa ia akan bilang sama bapaknya bahwa ia sudah menemukan pendamping pria….

            Tiba-tiba tak dinyana… ketika sedang memberikan kuliah tambahan karena dosen asli ngga masuk.. ia di sms bahwa calon istrinya ingin ketemu. Maka ia pun bertemu.. perempuan itu mengatakan bahwa pernikahan batal ia merasa tidak sreg dengan Bi… dan mengatakan bahwa ia tidak menjadi menikah dalam waktu dekat…mungkin dua atau tiga tahun lagi….. tapi walaupun begitu BI masih berkesempatan untuk menikah dengan dirinya dua atau tiga tahun lagi…. dan ia pun langsung pergi meninggalkan Bi… kaget juga si Bi…akhirnya semenjak itu mereka tidak pernah berkomunikasi…dan tidak pernah mendengar kabar satu sama lain…

Bi pun menjadi aneh.. ia yang biasanya selalu tersenyum manis dan bersemangat sehingga mampu memberikan motivasi dan inspirasi bagi orang-orang di sekelilingnya.. tiba-tiba melempem… bajunya yang biasanya rapih kini awut-awutan… di ruang dosen pun ia hanya melamun saja.. jika ada orang yang menegur ia pun hanya senyum ala kadarnya bukan senyum ikhlas.. pokoknya dia ANEH…

Sahabat-sahabatnya di pengajian maupun di kampus melihat keganjilan itu kemudian menanyakan apa yang terjadi.. tapi dia tidak mau cerita…. Teman-temannya pun mendesaknya… akhirnya ia mau bercerita.. setelah mendengarkan cerita itu teman-temannya terbahak-bahak…”ente baru gitu aja kaya dunia mo kiamat banyak tuh yang udah pacaran ampe 8 tahun putus ngga kenape-nape..ente baru ketemu sehari udah patah hatinya seumur idup”… ada juga temannya yang nguslin ya udah ade nya aja lo nikahin” dan banyak lagi… bahkan ada yang mengatakan bahwa ngga ada sejarahnya anak kedokteran aman anak sastra… tapi dia ngga mo dengar saran mereka, yang penting dia udah nyeritain dan bilang kepada mereka jangan di sebar.. 

Setelah sebulan tidak mendengar kabar tentang si

Dia

,

Ia

baru dengar kabar lagi tadi pagi ketika sedang mengecek ruang kelas.. ade si dokter datang dan memberikan undangan pernikahan… kakaknya..  sakit hatinya.. tapi yang lebih sakit adalah bahwa dia menikah dengan mantan aktivis no. 1 di kampus itu dan anak seorang menteri alias orang kaya………apalagi calon mempelai itu adalah sahabatnya….. tidak terbayang hancur hatinya…. Hatinya tidak karuan… emosinya naik…

            Ia pun lalu pergi ke mesjid untuk menenangkan hatinya… setelah berwudu, sholat dua rokaat, dan tilawah… akhirnya ia sadar bahwa dia bukan jodohnya.. Allah telah memberikan jalan bahwa orang seperti itu tidak akan sanggup hidup miskin bersama dengan idealismenya…. Ia pun menyeka air matanya dan kembali menghadapi dunia………..mungkin inilah jalan yang terbaik bagi mereka berdua…ia yakin bahwa Allah akan memberikan pasangan hidup buatnya siapapun dia sesuai dengan janji-Nya. Ia harus melanjutkan hidupnya.. the show must go on dan tentu saja menjaga hatinya kembali setelah sempat terkotori…

            Apakah Abi akan datang ke pesta pernikahan?? Apakah ia akan tegar menghadapi hidup? Siapakah jodohnya Abi?? Nantikan kisah selanjutnya…

bersambung.. to be continued

Teman Yang Sejati, Istri yang Solehah!!!

Monday, September 4th, 2006

Teman Yang Sejati, Istri yang Solehah!!!

Sore itu, cuaca di desa Suka Miskin agak sedikit mendung. Di jalan setapak tampak seorang laki-laki mengenakan peci hitam dan baju koko dengan langkah gontai menuju sebuah rumah. Lelaki itu gontai karena hari ini ia tidak membawa uang sepeserpun untuk keluarganya. Tadi memang ia mendapatkan uang hasil jerih payahnya sebagai guru. Tetapi kini uang itu kini sudah tidak ada lagi ditangannya. Padahal, ia harus membayar sewa rumah yang sudah jatuh tempo, uang bayaran anaknya, mengirim uang untuk ibu mertuanya, keperluan sehari-hari, dan ia ingin membeli mukena baru untuk istri tercintanya, karena mukena yang lama sudah usang. Ia bingung juga pada awalnya untuk pulang, karena tidak tahu harus bilang apa. Tetapi kemudian, ia yakin bahwa Allah pasti akan memberikan mereka jalan. 

Rumah yang dituju lelaki itu adalah sebuah rumah kecil yang terletak dipersimpangan jalan desa itu. Rumah itu walaupun kecil, namun terasa sedap dipandang karena keasrian dan kebersihannya. Tidak tampak sampah berserakan di rumah itu. Pastilah rumah itu di rawat oleh seseorang yang mencintai kebersihan.

Lelaki itu akhirnya tiba, kemudian ia mengetuk rumah itu dan berkata,” Assalamualaikum, ummi”. Dari rumah terdengar seorang perempuan dengan tutur lembut, menjawab, “ assalammualaikum, abi,” ia pun kemudian membuka pintu dan tersenyum kepada suaminya. Perempuan berjilbab itu kemudian menyium tangan suaminya dan menuntun suaminya dengan manja untuk masuk ke rumah. Ia menuntun suaminya hingga ke sebuah sofa yang sudah tidak jelas warnanya. “Abi cape ya? masih shaum kan? Aku ambil air minum dulu ya buat iftor, sebentar lagi maghrib ko, kaka istirahat aja dulu ya.” ujar perempuan itu, sekali lagi dengan tutur kata yang lembut. Laki-laki itu hanya mengangguk. Tak berapa lama kemudian, perempuan itu kembali dengan membawa secangkir teh dan tiga buah singkong rebus. Lelaki itu terkejut, padahal setahu dia, teh dan gula dari kemarin sudah habis. Ia kemudian bertanya pada istrinya,” sayang, dapat darimana semua ini,” Istrinya menjawab,” Alhamdullillah, tadi kita dapat rizki dari Allah, tadi bu Hasyim membeli singkong yang aku tanam,”. Alhamdullilah, dapat sepuluh ribu”. “oh begitu,” seru suaminya. “ o, ya sayang, Aisya mana?”, tanya laki-laki itu, “ Aisya tadi udah ke Langgar Ka, biasa ngajar ngaji anak-anak”. Sebentar, lagi pulang ko”. Jawab istrinya.

“Kak, tadi gimana dapat uang?”, tanya perempuan itu. Laki-laki itu terdiam sesaat, ia kemudian menjawab dengan perlahan-lahan, “ maaf De, tadi aku dapet uang seratus ribu, tapi tadi Pak Ali penjaga sekolah ingin minjam uang karena anaknya sakit, ya udah aku kasih aja lima puluh ribu”. Laki-laki itu kemudian melanjutkan, “ nah kan sisanya lima puluh ribu, yang dua puluh ribu aku beliin mie, teh, dan gula untuk keperluan sehari-hari kita. Pas aku lewat kantor karang taruna aku lihat anak-anak muda itu lagi bikin spanduk dan gapura buat 17-an. Mereka menyapa aku.. karena aku pembina mereka aku kemudian memberikan sembako itu kepada mereka sayang.. ngga apa-apa kan sayang?. “Ngga apa-apa ko, Ka, berarti masih ada tiga puluh ribu kan” seru perempuan itu.

“Sekali lagi maaf sayang, tadi begitu lewat ternyata ada seorang pengemis yang lagi kelaparan kemudian aku kasih dia sepuluh ribu buat beli makanan, dan sisanya aku beliin makanan kran buat musholla yang rusak. Kasihan orang-orang kalo mo sholat pasti bajunya basah kuyup karena krannya bocor. Jadi sekarang uang itu habis, Abi hanya membawa tiga buah mie buat makan malam kita. Maaf ya Umi, Insya Allah besok abi akan nyari uang lagi abis ngajar di sekolah. Kata laki-laki itu. Ia takut istrinya akan marah. Ia merasa istrinya sudah cukup bersabar sekian lama dalam kemiskinan. Hal ini terjadi karena laki-laki itu tetap konsisten dalam jalan idealisme yang diyakininya benar. Dulu ketika selesai kuliah di universitas ternama di negeri ini ia ditawari pekerjaan dengan gaji yang besar dan ada juga tawaran menjadi aktivis sebuah parpol, tetapi ia tidak mau karena ia tidak mau korupsi, menindas rakyat kecil, dan bersikap munafik. Tetapi sekarang ia dilemma. Ada pikiran jika keluarganya sudah tidak menerima nasib seperti ini lagi, ia akan banting stir untuk menerima ajakan teman-temannya yang hidup mewah baik sebagai pegawai negeri, politisi maupun agen-agen kapitalis. Ia bingung dan melamun tentang kondisi keluarganya.

Istrinya bernama Sara, seorang mantan aktivis dakwah kampus. Ia menikahi istrinya karena mempunyai visi yang sama untuk saling mencintai karena Allah bukan karena harta. Sara adalah tipe Seorang istri yang setia menemaninya selama 18 tahun berjuang di jalan dakwah. Dia selalu ikhlas untuk mengurusi suaminya, anaknya, dan berbakti kepada orang tuanya. Tidak pernah sekalipun ia mengeluh. Padahal teman-teman pengajiannya semua sudah memiliki mobil. Apalagi, ia harus selalu puasa senin-kamis jika tidak ada makanan dan selalu mendahulukan suami dan putri semata wayangnya jika ada makanan. Setiap malam jika sedang tidak haid, ia selalu tahajud, sementara sholat wajib, Duha, dan tilawah telah menjadi bagian dirinya. Tampaknya ia bahagia memiliki keluarga yang sakinah, warohmah, dan mawaddah walaupun, tanpa harta.  “Ya Allah, aku merasa berdosa tidak bisa membahagiakan dirinya” gumam laki-laki itu.

“Oh begitu, ngga apa-apa ko Ka, Alhamdullilah kita masih dapat rezeki tiga mie. Kita harus mensyukurinya loh pak…berarti kan Allah masih sayang ama kita, buktinya kita masih diberi rizki, Insya Allah, besok lebih baik, kita harus ikhlas ka.. ini kan jalan yang kita pilih berdua…. semoga Allah selalu meridoi jalan kita, amin’’ kata perempuan itu dengan tersenyum. “ Tapi  bagaimana dengan uang sekolahnya Aisya?”, tanyaku, “ ya sudah nanti malam kita cari jalan keluarnya, lagian Kak, aku masih punya cincin kawin ko, nanti kita gadaikan aja dulu ya, kalo punya uang kita tebus lagi ya,” kata perempuan itu dengan bijak. “Jangan sayang, aku ngga mau tanda cinta kita berdua digadaikan, biar besok aku cari uang setelah selesai ngajar”. Sanggah laki-laki itu.

Sementara itu, diluar terdengar suara remaja putri dengan lembut mengucapkan salam. Kedua orang itu menjawab. Sang istri kemudian membuka pintu.. tampaklah putri semata wayang mereka berdiri didepan pintu dengan memakai baju gamis dan jilbab berwarna biru muda serta Al-Quran di tangannya. Ia kemudian mencium tangan ibu dan bapaknya. Bertepatan dengan itu suara azan maghrib menggema dan mereka sekeluarga lalu berbuka puasa bersama. Sungguh nikmatnya sebuah keluarga yang bahagia………………

Pondok Gede, 5 September 2006

Untuk calon istriku tersayang

Siapapun dia, dimanapun dia, kapanpun dia, dan bagaimanapun dia

Sesungguhnya kebahagiaan itu bukanlah di ukur dari harta atau tahta

Dari uang, mobil, rumah, gelar S dua, lulusan UI, hand phone, lap top, atau kemasyuran

Tetapi dari hati nurani

Karena mencintai karena Allah itu lebih baik daripada dunia dan seisinya..

Maafkan jika nanti kita bersanding, aku tidak bisa membahagiakanmu dengan harta yang berlimpah

Karena bagiku jalan dakwah adalah jalan hidup

Idealisme adalah idealisme hidup

Kebaikan pada orang lain adalah kebaikan hidup

Cinta kepada sesama adalah cinta hidup

Siapapun engkau nanti..

Bukan rupa yang ku cari..

Bukan mertua kaya yang ku ingin..

Bukan lulusan FK yang ku mau

Tetapi hati nurani…

Yang pesonanya memancar hingga ke surga..

Siapaun engkau nanti…

Mengertilah akan jalan hidupku….

Sebuah jalan yang tidak berujung..

Bahkan aku sendiri tidak tahu ujungnya..

Yang ku tahu adalah nama jalannya..

Yaitu jalan kebenaran dan keadilan

Dengan sebuah persimpangan yaitu kejujuran

Dengan kendaraan iman dan takwa….

Dengan bahan bakar jihad

Dan stiker Hidup Mulia atau Mati syahid

Siapapun engkau nanti…

Yang kupunya hanyalah cinta….

Kan kuhiasi dunia kita dengan warna-warni cinta islami

Dengan merdunya tilawah Quran

Dengan basahnya wudu

Dengan nikmatnya sholat

Dengan hausnya puasa

Sayangku, siapapun engkau nanti

engkaulah teman sejatiku di dunia..

Dalam mencari rido Allah…

Semoga nanti kita dipertemukan baik di dunia maupun akherat…