Archive for July, 2006

Jihad!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Monday, July 31st, 2006

kekejaman Israel memang sudah diambang batas… anak-anak dan perempuan yang notabene non-combatan mereka bunuh juga…benar-benar tidak berprikemanusiaan…dunia pun terdiam melihat kejadian itu seperi tidak terjadi apa-apa…dunia Arab memang sudah menjadi kacung-kacung AS….oleh karena itu perjuangan yang dilakukan oleh Hezbullah, Hamas dan pejuang-pejuang muslim lainnya wajib kita bantu baik dengan doa, dana maupun langsung jihad ke sana jika kita mampu..Allahu Akbar………..

Lawan Penindasan Israel

Monday, July 31st, 2006

Konflik bersenjata di Timur Tengah telah berlangsung lebih dari dua minggu. Agresi Israel ke Lebanon dan Palestina mendapatkan perlawanan sengit dari Hisbullah dan pejuang Palestina seperti Hamas dan Jihad Islam. Israel dengan peralatan tempur canggih buatan Amerika Serikat (AS) memborbadir Lebanon termasuk Beirut. Gerilyawan Hisbullah pun membalas dengan roket-roket Katsuya. Tercatat Ratusan korban berjatuhan dari kedua belah pihak yang kebanyakan adalah warga sipil terutama anak-anak dan wanita. Sementara, ribuan lainnya mengungsi, termasuk warga asing.
Agresi Israel sendiri bermulai dari pembunuhan dan penculikan prajurit mereka oleh pejuang Palestina dan gerilyawan Hisbullah. Tujuan para pejuang itu untuk menculik tentara Israel adalah agar ribuan tawanan Israel dibebaskan. Israel merespon negatif tuntutan penculik bahkan melakukan agresi. Sebuah hal yang sangat tidak proposional karena “balas dendam” yang dilancarkan itu malah menewaskan lebih dari 20 tentara Israel sendiri. Israel berani mengambil resiko tersebut karena mereka memang sudah lama ingin menyerang Hizbullah maupun Hamas tetapi mereka tidak mempunyai causes belli. Kekuatan roket Hisbullah dan kemenangan Hamas di Palestina memang membuat posisi Israel tidak nyaman, hal ini ditambah dengan provokasi Ahmadinejad yang ingin menghapus Israel dari peta dunia. Sehingga penculikan tentara mereka bisa dijadikan pembenaran agresi Israel.

Konflik yang meluas
Konflik yang terjadi di Timur Tengah ini dikhawatirkan akan meluas dan mempengaruhi stabilitas Timur Tengah. Padahal Timur Tengah merupakan penghasil minyak terbesar di dunia yang tentu saja akibat perang ini harga minyak akan melonjak melebihi 70$/barrel. Perluasan perang juga mengakibatkan hancurnya semua perjanjian-perjanjian damai mulai dari perjanjian Oslo, Camp David, hingga Peta Jalan Damai. Sekjend Liga Arab, Amr Mousa pun mengakui bahwa semua proyek dan inisiatif perdamaian telah gagal.
Pertempuran antara Israel melawan Hisbullah dan Hamas bisa menyeret negara-negara lain untuk turut berperang. Di Timur Tengah saat ini ada dua kekuatan Islam. Kekuatan pertama adalah pemerintah dan negara Islam yang tunduk pada hegemoni AS karena telah menikmati kekayaan dari hubungan tersebut, seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Yordania. Kekuatan kedua adalah gabungan antara kelompok Islam radikal seperti Hisbullah, Hamas, Hizbut Tahrir, Jihad Islam, Brigade Al-Aqso dengan negara yang lepas dari hegemoni AS seperti Iran dan Suriah. Kekuatan-kekuatan inilah yang sekarang sedang naik daun dan mendapatkan popularitas tinggi di dunia Arab dan Islam di tengah kefrustasian umat Islam akibat tidak berdayanya negara-negara Arab, Liga Arab dan OKI melawan pengaruh AS dan Israel.

Dampak Perang Timur Tengah
Jika perang tidak dihentikan sekarang juga, maka sudah pasti perang besar kelima dalam sejarah perang Arab-Israel akan kembali terjadi (perang besar sebelumnya terjadi pada tahun 1948, 1956, 1967, dan 1973). Iran dan Suriah akan bersatu untuk menyerang Israel, hal ini tentu saja akan menyeret AS dan Sekutunya ikut berperang, apalagi AS memang telah berniat ingin menyerang Isran karena Iran memiliki nuklir.
Dampak dari perang ini berimbas terhadap dunia seperti, pertama semakin tingginya sentiment anti Barat dan merealisasikan tesis Samuel Huntington tentang Benturan antara Peradaban Islam dan Barat. Kedua, bangkitnya kembali radikalisasi Islam di seluruh dunia yang tentu saja berbahasa bagi dunia barat sendiri akan muncul Osama-Osama baru yang akan membuat dunia tidak tenang dengan terror-teror bomnya. Ketiga, rezim-rezim Arab dan pemerintah Islam pro-AS menghadapi bahaya karena bisa digulingkan oleh rakyatnya yang merasa kecewa dan frustasi dengan tindakan pemerintahnya. Keempat, krisis ekonomi yang akan melanda dunia akibat naiknya harga minyak. Kelima, bencana baru kemanusiaan karena sudah pasti akan banyak jatuh korban jiwa baik sipil maupun militer, kelaparan, serta kehancuran infratruktur vital seperti listrik, air, rumah sakit, dan apartemen. Keenam, tentu saja hilangnya perdamaian dunia karena setiap negara mendapatkan justifikasi untuk menyerang negara lain tanpa takut terkena sangsi PBB, sehingga semua urusan diselesaikan lewat jalur perang bukan diplomasi. Hal seperti inilah yang harus diantispasi oleh dunia internasional terutama mencari solusi perdamaian yang tepat terhadap kasus agresi Israel.
Peran Dunia Internasional
Israel dengan leluasa bisa menyerang Lebanon dan Palestina karena dukungan Amerika. Semua tekanan dan kecaman terhadap Israel selalu dinetralisir oleh Amerika, termasuk memveto resolusi PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) tentang gencatan senjata dan membiaskan isu tersebut dalam KTT G-8. Bahkan George W. Bush pun menolak adanya tentang gencatan senjata, padahal Israel secara terang-terangan melanggar HAM dan Konvensi Perang Jenewa. Tindakan AS ini tidak lepas dari pengaruh mereka yang begitu kuat di dunia, apalagi Hamas dan Hisbullah memang termasuk dalam daftar organisasi teroris versi Amerika. Amerika pun memiliki strategi yang jitu untuk membungkam dunia dengan mengirimkan Condoleezza Rice ke Timur Tengah. Misi dari Menteri Luar Negeri AS itu adalah meyakinkan kepada dunia Arab dan Dunia Internasional bahwa serangan Israel hanyalah untuk mempertahankan diri.
Tindakan cepat AS untuk Memback-up Israel membuat Dunia Internasional terkesan hanya dapat mengecam tanpa mampu bertindak kongkrit. OKI yang saat ini diketuai oleh Malaysia dan merupakan representasi negara-negara Islam hanya terdiam. Ahmad Badawi secara terang-terangan mengatakan bahwa OKI tidak dapat berbuat apa-apa. Begitu juga dengan Liga Arab yang notabene ada di wilayah konflik yang takut dengan tekanan AS. Uni Eropa yang dipimpin Perancis dan Jerman berinisiatif untuk menjadi mediator perdamaian tetapi mereka lagi-lagi terbentur tekanan Amerika.
Saat ini memang satu-satunya kekuatan yang bisa diharapkan hanya PBB yang diharapkan dapat menjaga perdamaian dunia sesuai dengan asas dan tujuannya. PBB yang saat ini tidak berdaya karena setiap resolusinya selalu di veto Amerika, seharusnya bertindak lebih kongkrit. PBB dapat menggunakan momentum ini untuk menunjukkan kekuatan PBB yang sebenarnya.
Ada beberapa hal yang bisa PBB tawarkan sebagai proposal perdamaian antara pihak-pihak yang bertikai. Pertama, PBB akan mengirimkan pasukan perdamaian untuk menjaga perbatasan antara kedua belah pihak, apalagi banyak negara seperti Indonesia yang menyediakan diri untuk mengirimkan pasukan perdamiannya. Kedua, pihak-pihak yang bertikai harus melakukan gencatan senjata. Ketiga, pasukan Israel menarik diri dari wilayah Lebanon dan Jalur Gaza yang mereka duduki termasuk pertanian Sheeba dan mematuhi resolusi PBB no. 1559 tentang Kedaulatan Lebanon. Keempat, terjadinya tukar menukar tawanan perang antara tentara Israel dengan anggota Hamas dan Hizbullah. Keenam, Rekonstruksi kembali Lebanon dan Palestina yang hancur. Dan ketujuh, pelucutan senjata Hizbullah dan Hamas yang kemudian mereka menjadi partai politik murni yang berjuang dalam jalur diplomasi bukan perang lagi.
Tindakan PBB ini akan begitu sulit tanpa dukungan dari dunia internasional baik berupa dana maupun tekanan politik. Kekuatan-kekuatan dunia seperti OKI, Liga Arab, Uni Eropa, ASEAN, Jepang, Cina, dan lain-lain. Organisasi-organisasi tersebut harus merapatkan barisan untuk membujuk AS agar menyetujui gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah dan memberikan peran yang lebih besar kepada PBB. Kunci perdamaian saat ini memang ada di AS atau lebih tepatnya George Walker Bush, sehingga jika AS telah memberi lampu hijau maka perdamaian Timur Tengah hanya tinggal menunggu waktu.

save Palestine

Thursday, July 13th, 2006

Selamatkan Palestina!!!!!!!!!!!!!!

Pembantaian orang-orang Palestina oleh Zionis Israel harus dihentikan……….