Buka puasa Bareng

September 12th, 2008 by harokah

Selama Ramadhan ini sudah beberapa kali aku menghadiri iftor jama’i. Pertama, di kantor. Di Blok M bersama dengan BPH senatnya AI, dan di Duren sawit rumahnya Rubby bersama dengan orang-orang tua sastra.. he..he..

Buka puasa bersama mempunyai banyak korelasi positif dalam hidup. pertama tetap menjalin silaturahmi, tukar menukar informasi, dan sarana saling menasehati.

Para Pencari Tuhan

September 12th, 2008 by harokah

Sudah lama tidak menulis diblog ini. Tulisan pertama setelah vakum beberapa bulan yang ingin aku tulis, yaitu Sinetron Para Pencari Tuhan. bagiku sinetron ini bagus sekali karena mengajarkan suatu yang idealis secara realitas dengan tidak menggurui. Hebat sekali Bang Dedy Mizwar menggarapnya. Setiap sahur sambil makan aku pasti menonton tayangan ini. Lumayan juga bisa tertawa sambil mengambil ibrohnya.

Pemerintahan Yang Baik

March 20th, 2008 by harokah

Good Governance

            Tahun ini tepat 100 tahun hari kebangkitan nasional dan juga bertepatan dengan 10 tahun reformasi. Perjalanan bangsa ini begitu kompleks dengan segala dinamika yang menggelutinya. Kekuasaan demi kekuasaan naik dan turun takhta silih berganti, sementara tidak ada perubahan revolusioner dalam birokrasi. Sehingga, tercipta sebuah adagium bahwa siapapun pemimpin pasti hasilnya sama saja. Beberapa masalah terjadi karena buruknya sistem birokrasi di Indonesia, antara lain: (1) Lambannya birokrasi sehingga menyebabkan ekonomi mengalam stagnasi bahkan regresi; (2) KKN yang merajalela; (3) Mental sebagian aparat birokrasi yang integritasnya dipertanyakan; dan (4) Rendahnya kualitas dan kinerja aparat.

            Kondisi birokrasi seperti ini tentu saja membuat investasi luar negeri malas datang ke Indonesia karena masyarakat luar negeri masih percaya dengan persepsi sehingga jika ada penelitian yang dilakukan oleh lembaga kredibel seperti MTI, yang mengeluarkan indeks bahwa IPK kita 2,3 tentu mereka malas berinvestasi di Indonesia. Tidak ada Investasi maka gairah ekonomi akan semakin lesu.

            Menghadapi permasalahan ini, kita jangan putus asa. Oleh karena itulah perlu solusi menangani permasalahan ini. Solusi itu adalah penerapan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik atau Good Governance. Good Governance dapat diterapkan jika tiga pilar, yaitu Pemerintahan (Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif), swasta yang berasaskan good corporate governance, dan masyarakat yang berdasarkan civil society dapat memainkan perannya masing-masing.

            Idealnya, hubungan antara ketiga pilar tersebut harus dalam posisi seimbang, sinergis, dan saling mengawasi dengan kaidah checks and balances system. Penguasaan salah satu pilar terhadap pilar lainnya akan membuat reformasi kembali ke titik nadir. Good governance merupakan upaya untuk menyeimbangkan peranan ketiga pilar tersebut.

            Pemerintahan memainkan peran dalam menciptakan kondisi politik dan hukum yang kondusif bagi swasta dalam berusaha dan rasa aman bagi masyarakat. Dunia usaha berperan dalam rangka penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat, peningkatan ekonomi negara, dan pendapatan masyarakat. Sementara, masyarakat berfungsi menciptakan interaksi sosial, ekonomi, dan politik, pengawasan terhadap kinerja pemerintahan dan pembagunan, serta menjaga sendi-sendi demokrasi. Sehingga, jika pilar-pilar ini menjalankan fungsinya dengan bai akan terwujudnya Good Governance. Hanya saja permasalahan-permasalahan seperti kualitas aparatur yang masih rendah, pihak swasta yang lebih senang dengan sistem monopoli, sistem demokrasi yang hanya mencari kekuasaan, kepemimpinan yang lemah, dan masyarakat yang belum dewasa menghambat upaya penerapan Good Governance. Tetapi, kita jangan menyerah. Upaya menuju ke arah pemerintahan yang baik sudah sedikit banyak terwuju. Reformasi Birokrasi, penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi swasta, dan pendidikan politik bagi masyarakat merupakan solusi yang harus dilakukan. Dan ini terbukti berhasil seperti di Sragen, Solok, dan Jimbarana. Kunci keberhasilan ini adalah jangan menyerah dan terus berusaha dalam menciptakan Indonesia Baru walaupun hanya secara bertahap.

                                                                                                                                     

Mental

March 20th, 2008 by harokah

Mental Bangsaku

            Pada taun 1974 Koentjaraningrat mengatakan bahwa mentalitas bangsa kita, yaitu pertama mental yang suka menerabas yang artinya suka potong kompas, ingin cepat sukses, ingin cepat berhasil tanpa adanya suatu proses yang dilalui dengan benar, dan ingin untung besar. Mental kedua, yaitu merendahkan mutu, artinya mutu nomor dua yang penting jadi dan jiwa bersaingnya kurang. Pernyataan itu terbit dalam bukunya, yang berjudul; kebudayaan, Mentalitas, dan Kebudayaan.

            Sekarang atau 34 tahun kemudian pernyataan tersebut masih relevan? Tentu kita mempunyai pandangan yang berbeda-beda.

Ada

yang bilang masih sama, ada juga yang bilang lebih baik, bahkan   pasti ada mengatakan lebih buruk. Tetapi, apapun jawabannya setidaknya itu bisa dipertanggungjawabkan dan menemukan solusi untuk perbaikan bagi bangsa kita.   

Silakbar Formasi

December 30th, 2007 by harokah

        Hari Sabtu kemarin, aku mengikuti acara Silakbar Reuni Formasi FIB UI. Acara tersebut bertemakan Memberi untuk Berbagi. Tujuan acara tersebut, yaitu menghimpun seluruh aktivis Musholla yang pernah berkiprah di Sastra mulai dari jaman klasik hingga kontemporer he..he. Undangan mengenai acara silakbar pertama kali aku baca di milist formasi. Kemudian, panitia juga aktif menelepon dan mensms daku.

        Pada awalnya aku berharap banyak alumni yang datang dan membagi pengalaman sukses mereka, ada beberapa alumni yang menurutku sukses di dalam kehidupan pasca kampus, beliau antara lain Bang Mustafa kamal yang kini jadi anggota DPR dari PKS, Bang Indra Jaya Pilliang (IJP) yang merupakan penulis produktif di negeri ini, dan banyak lagi orang-orang hebat lainnya.Hal ini mengindikasikan bahwa Formasi merupakan salah satu kawah candradimuka tempat menggembleng aktivis-aktivis idealis.

       Pada hari Sabtu aku menelepon Wiji agar kita berangkat bareng ternyata dia tidak bisa sebab ada acara di kantornya. kemudian, aku berangkat sendiri. Sesampai di MUI ternyata alumni yang datang sangat sedikit sekali. Hanya Bang Rudi, eks Ketua Formasi 1995 yang menjadi satu-satunya alumni yang sudah sepuh. kemudian, bada Dzuhur aku pulang ke rumah.Semoga Silakbar di masa yang akan datang lebih ramai dan tujuan menghimpun alumni sebagai sarana membangun jaringan akan lebih efektif.

   

 

Museum Nasional

December 23rd, 2007 by harokah

Akhirnya setelah setahun tidak ke museum aku ke museum juga. he..he. kembali ke asal menjadi anak sejarah lagi. museum yang kau kunjungi adalah Museum Nasional, sebuah museum yang dikenal oleh masyarakat sebagai Museum Gajah. Ada dua gedung dalam museum tersebut, yaitugedung lama yang merupakan museum konservatif dan gedung baru yang modern arsitekturnya. Selama lima jam aku berada di museum tersebut. Kemudian, aku pulang setelah melakukan rememori atas ingatan ilmu sejarahku karena sekarang aku berkecimpung di dunia yang jauh dari kompetensiku waktu kuliah. tetapi, aku enjoy aja, yang penting bisa mengaplikasikan idealismeku. maybe suatu saat nanti aku ingin menersukan cita-citaku sebagai sejarawan.

Sholat Idul Adha

December 19th, 2007 by harokah

Hari ini aku melaksanakan Sholat Idul Adha di Mesjid Annur di dekat rumahku sekaligus dimulainya liburan selama seminggu. Lama banget pikirku, apalagi liburan kali ini aku dan keluarga memang tidak punya rencana kemana-mana. Apalagi Vivi, adeku yang bekerja di salah satu Bank Swasta juga masuk kerja. Tetapi Rido, Adeku yang kuliah pulang ke rumah dari asramanya. Akhirnya, kami sekeluarga kumpul lagi dan menuaikan ibadah sholat Idul Adha bersama-sama di mesjid. sehabis sholat, ade-adeku yang laki-laki ikut serta memotong hewan kurban bersama para tetanggaku.

Idul Adha 1428 H

December 19th, 2007 by harokah

    Ketika Aku berangkat ke kantor, terjadi kemacetan di depan  Masjid Al-Azhar.  Bis yang aku tumpangi tidak bisa bergerak. Hal ini terjadi karena sebagian umat Islam sedang menuaikan Sholat Idul Adha. Yups, memang memang di tahun 2007 ini atau 1428 H, umat Islam Indonesia merayakan hari raya secara berbeda. Ada yang merayakan pada hari rabu tanggal 19 dan juga ada yang merayakan hari kamis tanggal 20.
    Perbedaan ini cukup menarik. Pemerintah telah mengumumkan bahwa Idul adha bertepatan dengan tanggl 20 dan didukung oleh ormas Islam terbesar, yaitu Muhamadiyah dan NU. Padahal pada saat lebaran kemarin, Muhamadiyah berbeda dengan Pemerintah. Ormas resmi yang menyatakan berbeda dengan pemerintah ialah Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDI), sementara harokah yang mengikuti DDII, yaitu Hizbut Tahrir. PKS sebagai gerbong gerakan Tarbiyah membebaskan kadernya untuk memilih kapan mereka merayakan Idul Adha.
    Perbedaan ini seharusnya tidak terjadi karena perayaan Idul Adha menurut Hadits, yaitu satu hari setelah wukuf di Arafah. Sementara, wukuf di Arafah terjadi pada hari selasa, sehingga hari rabu memang seharusnya sudah Idul Adha. Tetapi, kita sebagai umat Islam jangan sampai terpecah karena perbedaaan ini. Kita harus tetap bersatu bersandarkan pada semangat Ukhuwah Islamiyah.

Hamid Awaludin jadi Dubes

November 19th, 2007 by harokah

Tampaknya Indonesia benar-benar menjadi surga para koruptor. Belum tuntas kasus Adelin Lies, kini Hamid Awaludin dipromosikan oleh SBY untuk menjadi duta besar. Sebenarnya apa yang terjadi dengan bangsaku. Orang yang dicopot dari jabatan sebagai menteri akibat terlibat banyak kasus mulai dari sumpah palsu, korupsi di KPU, hingga terlibat dalam money laundring uangnya Tomi di BNP Paribas malah akan diangkat jadi dubes. Memangnya sudah tidak ada lagi orang bersih dan cerdas yang mampu jadi dubes. kalo seperti itu kondisinya, kasihan sekali bangsaku. Semoga DPR nanti mampu untuk mengganjal langkah Hamid jadi Dubes, sebab kalau tidak maka cap negeri surga para koruptor akan terus terpatri dalam jejak sejarah negeriku.  

Naruto

November 13th, 2007 by harokah

Naruto…..

Tokoh Kartun yang membuat aku terhenyak. bagaimana tidak banyak  sekali orang-orang yang suka dengan kartun ini. Hampir setiap hari aku mendengar orang berbicara mengenai tokoh kartun karya Masashi Kishimoto. Sementara, komik dan DVDnya mulai dari yang asli hingga yang bajakan (he..he.. Indonesia memang pandai dalam hal membajak) laku keras. Entah apa yang menarik dari kartun ini tetapi yang jelas setidaknya kartun ini bisa membawa manusia ke dalam dunia maya untuk sejenak melepaskan diri dari bayang-bayang kehidupan.